[2]. Juga diriwayatkan dari Abu Sa'id
Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
"Aku sampaikan kabar gembira
kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke
tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan
kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan
keadilan sebagaimana sebelumnnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan
kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya, dan dia akan
membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata)." Lalu ada seseorang yang
bertanya kepada beliau, "Apakah yang dimaksud dengan shihah (tepat) ?"
Beliau menjawab, "Merata di antara manusia." Dan selanjutnya beliau
bersabda, "Dan Allah akan memenuhi hati umat Muhammad saw dengan
kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada mereka seraya
memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'Siapakah yang
membutuhkan harta? Maka tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu,
lalu Al-Mahdi berkata, "Datanglah kepada bendahara dan katakan
kepadanya, 'Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu memberi uang. 'Kemudian
bendahara berkata, 'Ambillah sedikit'' Sehingga setelah dibawanya ke
kamarnya, dia menyesal seraya berkata, 'Saya adalah umat Muhammad yang
hatinya paling rakus. atau saya tidak mampu mencapai apa yang mereka
capai' Lalu ia mengembalikan uang (harta) tersebut, tetapi ditolak
seraya dikatakan kepadanya, 'Kami tidak mengambil kembali apa yang telah
kami berikan.' Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama
tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi
dalam kehidupan sesudah itu. " [Musnad Ahmad 3: 37. Al-Haitsami berkata,
"Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara ringkas, dan
diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan
oleh Abu Ya'la dengan ringkas dan perawi-perawinya terpecaya.". Majma'uz
Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah "Aqidatu ahlis-Sunnah wal-Atsar fi
Al-Mahdi Al-Muntazhar" halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin Al-'Abbad)].
Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi akan muncul keburukan dan muncul fitnah-fitnah yang besar.
[3]. Dari Ali Radhiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Al-Mahdi itu dari golongan
kami, ahli bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam. " [Musnad Ahmad
2: 58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang mengatakan.
"Isnadnya shahih." Dan Sunan Ibnu Majah 2:1367. Hadits ini juga
dishahkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 6: 22 hadits
nomor 6611].
Ibnu Katsir berkata, "Allah
menerima taubatnya dan memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan
setelah sebelumnya tidak demikian." [An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim
1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]'
[4]. Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Al-Mahdi itu dari keturunanku,
lebar dahinya dan mancung hidungnya. la memenuhi bumi dengan kejujuran
dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan
penganiayaan.. la berkuasa selama tujuh tahun." [Sunan Abu Daud, Kitab
Al-Mahdi 11: 375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al-Hakim 4: 557 dan dia
berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tetapi beliau
berdua (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya." Adz-Dzahabi berkata.
"lmran, salah seorang perawinya, adalah dha'if dan Muslim tidak
meriwayatkan haditsnya." Dan mengenai sanad Abi Daud, Al-Mundziri
berkata, "Di dalam sanadnya terdapat Imran Al-Qaththan, yaitu Abul
'Awwam Imran bin Dawur Al-Qaththan Al-Bishri, Al-Bukhari menjadikan
haditsnya sebagai syahid. dan dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin
Muslim dan Yahya bin Sa'id Al-Qaththan memujinya dengan baik. Tetapi dia
dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in dan Nasa'i." (Aunul Ma'bud 11: 37).
Adz-Dzahabi berkata dalam Mizanul I'tidal, "Ahmad berkata, 'Saya
berharap dia itu baik haditsnya.' Abu Daud berkata, 'Dha'if.' (mizanul
I'tidal 3: 26). Ibnu Hajar berkata mengenai Imran, "Dia itu jujur tetapi
tertuduh berfaham Khawarij. " (Taqribut-Tahdzib 2: 83). Dan Ibnul
Qayyim mengomentari sanadnya Abu Daud demikian. "Jayyid (bagus). "
(Al-Manarul Munif: 144 dengan tahqiq Syeh Abdul Fattah Abu Ghadah).
Al-Albani berkata, "Isnadnya hassan. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6:
22-23 hadits nomor 6612)].
[5]. Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha, ia berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Al -Mahdi itu keturunanku, dari
anak cucu Fatimah.". [Sunan Abi Daud : 373; Sunan Ibnu Majah 2: 1368.
Al-Albani berkata dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 6: 22 nomor 6610.
"Shahih." Dan periksalah Risalah / Thesis Abdul'Alim tentang "Al-Mahdi"
halaman 160].
[6]. Dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Isa bin Maryam akan turun, lalu
pemimpin mereka, Al-Mahdi, berkata. 'Marilah shalat bersama kami! 'Isa
menjawab, Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi amir (pemimpin)
bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini.
'" [Hadits Riwayat Al-Harits bin Abu Usamah dalam musnadnya seperti
disebutkan dalam Al-Manarul Munif karya Ibnul Qayyim halaman 147-148,
dan diriwayatkan dalam kitab Al-Hawi fi Al-Fatawa karya As-Suyuthi 2:
64. Ibnul Qayyim berkata, "Hadits ini isnadnya jayyid (bagus). " Dan
dishahkan oleh Abdul 'Alim dalam Risalahnya tentang Al-Mahdi halaman
144].
[7]. Dari Abi Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah sShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Dari antara keturunan kami akan
ada orang yang Isa Ibnu Maryam melakukan shalat di belakangnya. "
[Riwayat Abu Nu'aim dalam Akhbaril Mahdi sebagaimana dikatakan oleh
As-Suyuthi dalam Al-Hawi 2: 64, dan dia memberi tanda dha'if, demikian
pula Al-Munawi dalam Faidhul Qadir 6: 17. Al-Albani berkata, Shahih.
Periksa: Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 219 hadits nomor 5796. Abdul
'Alim mengatakan di dalam risalah nya, isnadnya hasan karena
syahid-syahidnya." Periksa Risalah/Thesis Abdul 'Alim halaman 241].
[8]. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah dunia akan lenyap
sehingga negeri Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku
(keluarga rumahku) yang namanya sama dengan namaku.'' [Musnad Ahmad 5:
199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dia berkata,".Isnadnya
shahih.".Dan Tirmidzi 6:485, dan dia berkata, "Ini adalah hadist hasan
shahih. '' Dan Sunan Abu Daud 11: 371]
Dan dalam riwayat disebutkan dengan lafal:
"Namanya sama dengan namaku dan
nama ayahnya sama dengan nama ayahku. " [Sunan Abi Daud 11: 370.
Al-Albani berkata, "Shahih. " (Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5: 70-71,
hadits nomor 5180). Dan periksa pula Risalah Abdul 'Alim tentang
al-Mahdi halaman 202]
Artikel yang terkait tentang perkara ini, dapat di lihat pada artikel dengan judul :
ORANG-ORANG YANG MENGINGKARI HADITS AL-MAHDI DAN JAWABANNYA
Artikel yang terkait tentang perkara ini, dapat di lihat pada artikel dengan judul :
ORANG-ORANG YANG MENGINGKARI HADITS AL-MAHDI DAN JAWABANNYA
[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah
edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin
Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka
Mantiq]
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1066/slash/0

Tidak ada komentar:
Posting Komentar