Syiah Bertawassul kepada Ali...!!!
Buku Senarai Doa Sepanjang Masa ini merupakan kumpulan do’a-do’a, antara lain:
Do’a kumail
(do’a malam jum’at), do’a tawassul (do’a permohonan syafaat), do’a shabah (do’a
setelah shalat subuh), do’a yastasyir (do’a pagi dan sore), do’a jausyar
al-kabir (do’a seribu asma’ul husna).
Buku ini dicetak
oleh penerbit Al-Huda dengan tebal 222 halaman, penyunting: Anwar Muhammad Aris.
Dalam bab Do’a
Tawassul, di antara do’anya:
ياَ أبا
القَاسِمِ, يَا رَسُوْلَ الله, يَا إِمَامَ الرَّحْمَةِ, يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا,
إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَاسْتَشْفَعْنا وَتَوَسَّلْنَابِكَ إِلَى الله
وَقَدَّسْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِنَا يَاوَجِيْهاً عِنْدَ اللهِ اشْفَعْنَا
لَنَا عِنْدَ اللهِ
“Wahai Ayahnya
Qasim! Wahai Rasulullah! Wahai pemimpin pembawa rahmat! Wahai majikan kami!
Kami menghadapmu, meminta syafaat dan bertawassul melalui dirimu kepada Allah
untuk memohon seluruh kebutuhan kami! Wahai yang terpandang di sisi Allah!
Berilah kami syafaat di sisi Allah. (hal. 54-55)
يَا
أَبَا لحَسَنِ, يَا أَمِيْرَالمُؤْمِنِيْنَ, يَا عَلِي بْنَ أَبِيْ طَالِبٍ, يَا
حُجَّةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ, يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا, إِنَّا تَوَجَّهْنَا
وَاسْتَشْفَعْنا وَتَوَسَّلْنَابِكَ إِلَى الله وَقَدَّسْنَاكَ بَيْنَ يَدَيْ
حَاجَتِنَا يَاوَجِيْهاً عِنْدَ اللهِ اشْفَعْنَا لَنَا عِنْدَ اللهِ
“Wahai Ayahnya
Hasan! WAhai Pemimpin kaum mukminin! Wahai Ali putra Abu Thalib! Wahai hujjah
Allah atas makhluk-Nya! Wahai majikan dan pemimpin kami, kami menghadapmu,
meminta syafaat dan bertawassul melalui dirimu kepada Allah untuk memohon
seluruh kebutuhan kami! Wahai yang terpandang di sisi Allah! Berilah kami
syafaat di sisi Allah. (hal. 55)
يَا
فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ, يَا بِنْتَ مُحَمَّدٍ, يَا قُرَّةَ عَيْنِ الرَّسُوْلِ, يَا
سَيِّدَتَنَا وَمَوْلَاتَنَا, إِنَّا تَوَجَّهْنَا وَاسْتَشْفَعْنا وَتَوَسَّلْنَابِكِ
إِلَى الله وَقَدَّسْنَاكِ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِنَا يَاوَجِيْهَةً عِنْدَ اللهِ
اشْفَعِيْ لَنَا عِنْدَ اللهِ
“Wahai Fatimah Zahra! Wahai Putri Muhammad! Wahai cahaya mata
Rasulullah! Wahai majikan dan pemimpin kami! Kami menghadapmu, meminta syafaat
dan bertawassul melalui dirimu kepada Allah untuk memohon seluruh kebutuhan
kami! Wahai yang terpandang di sisi Allah! Berilah kami syafaat di sisi Allah.
(hal. 56)
يَا أبَا
مُحَمَّدٍ, يَا حَسَن بْنَ عَلِي, أَيُّهَا المُجْتَبَى, يَا ابْنَ رَسُوْلِ اللهِ,
يَا حُجَّةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ, , يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا, إِنَّا
تَوَجَّهْنَا وَاسْتَشْفَعْنا وَتَوَسَّلْنَابِكَ إِلَى الله وَقَدَّسْنَاكَ
بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِنَا يَاوَجِيْهاً عِنْدَ اللهِ اشْفَعْنَا لَنَا عِنْدَ
اللهِ
“Wahai ayahnya
Muhammad, Wahai Hasan putra Ali, Wahai Al-Mujtaba, Wahai anak Rasulullah, Wahai
hujjah Allah atas makhluk-Nya! Wahai majikan dan pemimpin kami! Kami
menghadapmu, meminta syafaat dan bertawassul melalui dirimu kepada Allah dan
memohon seluruh kebutuhan kami! Wahai yang terpandang di sisi Allah! Berilah
kami syafaat di sisi Allah. (hal. 56-57)
يَا
أَبَا عَبْدِالله, يَا حُسَيْن بْنَ عَلِي, أَيُّهَاالشَّهِيْد, يَابْنَ رَسُوْلِ
اللهِ, يَا حُجَّةَ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ, يَا سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا, إِنَّا
تَوَجَّهْنَا وَاسْتَشْفَعْنا وَتَوَسَّلْنَابِكَ إِلَى الله وَقَدَّسْنَاكَ
بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِنَا يَاوَجِيْهاً عِنْدَ اللهِ اشْفَعْنَا لَنَا عِنْدَ
اللهِ
“Wahai ayahnya
Abdullah, Wahai Husain anaknya Ali, Wahai Syahid, Wahai anak Rasulullah, Wahai
hujjah Allah atas makhluk-Nya! Wahai tuan dan pemimpin kami! Kami menghadapmu,
meminta syafaat dan bertawassul melalui dirimu kepada Allah dan memohon seluruh
kebutuhan kami! Wahai yang terpandang di sisi Allah! Berilah kami syafaat di
sisi Allah. (hal. 57-58)
Selanjutnya doa
tawassul kepada Imam Ali Zainal Abidin, lalu Abu Ja’far al-Baqir, Al-Shadiq,
Musa al-Kazhim, Ali ar-Ridha, Muhammad at-Taqi, Ali al-Hadi, Hasan al-Askari,
dan untuk al-Mahdi.
Kemudian
lanjutkan dengan do’a:
يَا
سَادَتِيْ وَ مَوَالِي, إِنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكُمْ أَئمَّتِي وَ عَدَّتِي
لِيَوْمِ فَقْرِيْ وَحَاجَتِي إِلَى اللهِ وَتَوَسَّلْتُ بِكُمْ إَلَى اللهِ
واسْتَشْفَعْتُ بِكُمْ إِلَى اللهِ
“Wahai para tuankan
dan pemimpinku sesungguhnya aku memohon kepada Allah melalui kalian. Wahai
imam-imamku, dari segala kepapaan dan kefakiran serta banyaknya kebutuhan dan
aku bertawassul melalui kalian kepada Allah dan aku meminta syafaat melalui
kalian kepada Allah.” (hal. 65-66)
يَا
سَادَتِي يَا أَوْلِيَاءاللهِ صَلَّ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ, وَ لَعَنَ اللهُ
أَعْدَاءَاللهِ ظَالِمِيْهِمْ مِنَ الأَوَّلِيْنَ وَالأَخِرِيْنَ. آمِيْن يَارَبَّ
العَالَمِيْنَ
“Wahai tuanku,
kekasih Allah, Allah menganugerahi mereka semuanya. Dan Allah melaknat
musuh-musuh yang menzhalimi mereka dari awal dan akhir. kabulkanlah do’aku
wahai Tuhan seluruh alam.” (hal. 67)
Tanggapan:
Do’a-do’a ini
tentu saja tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
tidak juga oleh ahlul bait. Do’a-do’a ini hanyalah buatan orang-orang dan
ulama-ulama syiah.
Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan bertawassul seperti yang dilakukan
orang-orang syi’ah. Bahkan tawassul semacam ini (do’a di atas) adalah contoh
tawassulnya orang-orang musyrikin pada masa lampau. Mereka bertawassul dengan
orang-orang shalih yang telah meninggal dengan niat untuk mendekatkan diri
kepada Allah Jalla wa ‘Alaa. Firman Allah:
“…Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami
kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." (QS. Az-Zumar: 3)
Juga firman-Nya:
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat
mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan
mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi
Allah." Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang
tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi? Maha Suci Allah dan
Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (QS. Yunus: 18)
Tawassul yang dibenarkan dan disyariatkan adalah:
1.
Tawassul dengan asma’
al-husna (nama-nama Allah yang Indah). Allah berfirman: “Hanya milik Allah
Asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya.” (QS. Al-A’raf: 180)
2.
Tawassul dengan amal
shalih. Seperti kisah yang masyhur dalam hadits, kisah tiga orang yang
terperangkap dalam gua. Mereka berdo’a dan bertawassul dengan amal-amal shalih
yang telah mereka kerjakan.
3.
Tawassul dengan do’a orang
shalih yang masih hidup. Seseorang pernah datang kepada Rasulullah mengadukan
keadaan mereka yang memprihatinkan karena kekeringan. Lalu ia meminta pada
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk berdo’a pada Allah agar Allah
menurunkan hujan. Setelah mendengar aduan tersebut, Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam pun mengangkat kedua tangannya kemudian berdo’a: “Ya Allah
turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah
turunkanlah hujan pada kami…” (HR. Bukhari-Muslim)
(Mahardy/lppimakassar.com
)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar