Sabtu, 31 Mei 2014

Tata Cara Wudhu Nabi - Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc

Diterbitkan tanggal 21 Mar 2014
Dalam video ini kita dapat saksikan bagaimana praktek tata cara berwudhu yang benar sesuai sunnah Nabi Shalallahu "alaihi Wassalam. Tata cara wudhu di video ini dimulai dari doa yaitu doa sebelum wudhu, apa yang harus dilakukan dalam wudhu, dan doa setelah dan sesudah wudhu. bagaimanakah tata cara wudhu yang sempurna sesuai petunjuk Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam?

Video http://yufid.tv (Klik link untuk melihat koleksi video lainnya)

Kunjungi juga situs Islami lainnya: * http://www.CaraSholat.com * http://www.KonsultasiSyariah.com * http://www.Kajian.net * http://www.KhotbahJumat.com * http://www.KisahMuslim.com * http://www.PengusahaMuslim.com * http://www.Yufid.TV * http://www.Yufidia.com * http://www.Yufid.org (Official Web) * http://www.Syaria.com (ENGLISH) * http://www.Whatisquran.com (ENGLISH)

***

Kumpulan video ceramah agama islam pengajian islam tanya jawab konsultasi islam tausiyah motivasi islami http://yufid.tv

Menjawab Syubhat Abu Marlo

Alhamdulillah, Segala puji hanya untuk Allah. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Muhammad SAW.


Kali ini penulis mencoba untuk mengomentari uraian Abu Marlo yang bertema ” Manual Book”  yang ditayangkan dalam program “Cahaya hati” episode 2  di sebuah  stasiun TV swasta nasional . Berikut videonya :



Alhamdulillah, Segala puji hanya untuk Allah. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Muhammad SAW.
Kali ini penulis mencoba untuk mengomentari uraian Abu Marlo yang bertema ” Manual Book”  yang ditayangkan dalam program “Cahaya hati” episode 2  di sebuah  stasiun TV swasta nasional . Berikut videonya :


Abu Marlo dalam uraiannya tersebut mencoba mempengaruhi pikiran pemirsa dengan dengan sebuah kalimat :
“ Mana lebih wajib atau mana yang lebih penting antara membaca al Qur’an atau shalat lima waktu ?”.
Beliaupun mengutip ayat al Qur’an surat Al ankabut : 45
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.



Kekeliruan Abu Marlo disini adalah  mengatakan bahwa membaca Al Quran hukumnya wajib, sama bobotnya  sama wajibnya dengan shalat lima waktu. Abu Marlo juga menjelaskan bahwa bukan sekedar membaca dengan ‘ membunyikan’  al Quran saja tapi mempelajarinya setiap hari adalah wajib seperti wajibnya shalat.



Menurut saya, Abu Marlo dengan tanpa ilmu telah menafsirkan Al Quran dengan logikanya sendiri. Shalat sebagaimana kita ketahui bersama adalah tiang agama dan hal terpenting dalam Islam. Shalat termasuk rukun Islam.



Shalat lima waktu adalah wajib ‘ain



Shalat lima waktu hukumnya adalah  fardhu ‘ain artinya kewajiban yang melekat pada tiap-tiap individu umat Islam yang apabila ia mengerjakannya mendapat pahala, apabila tidak mengerjakannya maka ia berdosa.




فَاَقِيْمُوا الصَّلوةَ، اِنَّ الصَّلوةَ كَانَتْ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا.
  “Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [QS. An-Nisaa' : 103]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بُنِيَ اْلاِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ اِقَامِ الصَّلاَةِ، وَ اِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجّ اْلبَيْتِ وَ صَوْمِ رَمَضَانَ. احمد و البخارى و مسلم،
    Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بَيْنَ الرَّجُلِ وَ بَيْنَ اْلكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ. الجماعة الا البخارى و النسائى،
    Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Jama’ah, kecuali Bukhari dan Nasai, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 340].
Membaca al Quran adalah ibadah sunnah.
 
            Sedangkan membaca Al Quran adalah ibadah sunnah yang sangat di anjurkan oleh nabi Muhammad SAW.  Membaca al Qur’an menjadi wajib hukumnya jika itu menjadi syarat sahnya shalat yaitu membaca surat al Fatihah didalam shalat, selain itu maka hukumnya sunnah. Ulama manapun tidak pernah ada yang menyebut membaca Al Quran itu fardhu ‘ain atau wajib ‘ain seperti halnya shalat lima waktu . Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Para shahabat Rasulullah mereka tidak melihat suatu amalpun jika ditinggalkan menjadikan kufur kecuali Shalat (HR. Ahmad dan Malik dan yang lainnya, Lihat Shahih Al Jami’ /32338).
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».


“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804].
Bahkan tidak mengapa juga kalau ada umat Islam yang masih terbata-bata dalam membaca Quran

( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244].




         Abu Marlo juga menguraikan bahwa bukan sekedar membaca ‘membunyikan’ al Quran tetapi membaca dalam arti mempelajari isi dan kandungan Al Quran itu juga wajib.



         Disini juga terlihat logika Abu Marlo terkesan ngawur dan berpotensi menyesatkan umat. Tidak setiap muslim mempunyai kemampuan yang cukup untuk mempelajari al Quran. Apalagi yang dipelajari cuma al Quran terjemah saja, tentu berbahaya.



Untuk dapat memahami isi dan kandungan al Quran secara benar seorang muslim setidak-tidaknya :
- mahir Bahasa Arab dan mengetahui ilmu nahwu ( gramatikal bahasa Arab).

- mempelajari tafsir al Qur’an yg mu’tabaroh.

- mempelajari hadist-hadist nabi sebab perincian dan penjelasan al Qur’an terdapat dalam hadist-
hadist nabi seperti tata cara shalat misalnya.

- mengetahui Asbabun Nuzul dsb.


         Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa umat Islam tidak perlu mempelajari Al Qur’an karena itu tidak wajib, tidak. Saya mengatakan bahwa mempelajari al Qur’an itu termasuk dalam lingkup tholabul ‘ilmi ( menuntut ilmu ), disesuaikan dengan kemampuan individu masing-masing. Kewajiban menuntut ilmu ( tholabul ‘ilmi ) sendiri hukumnya dibagi menjadi 2 (dua ) yaitu :



1. Ilmu wajib ‘ain          :  yaitu pengetahuan yg wajib diketahui setiap muslim hal-hal yang wajib di kerjakannya dan hal-hal yang wajib ditinggalkannya. seperti  : ilmu iman, ilmu shalat, zakat, puasa, haji dan ilmu halal-haram.



2. Ilmu wajib kifayah  : yaitu pengetahuan selain ilmu wajib ‘ain tadi  jika beberapa orang Islam dalam jumlah memadai telah mempelajarinya, maka yang lain telah gugur kewajiban mempelajarinya, Seperti : Ilmu Ushuluddin, ilmu mengurus jenazah, ilmu faroid ( ilmu waris ), ilmu tafsir, hadist dsb.



      Bagi orang awam maka cukup membaca Quran secara ‘membunyikan’ al Qur’an saja sebagai ibadah sunnah. Sedangkan pelaksanaanya dalam praktek sehari-hari cukup bertaqlid ( bergantung) saja dengan tuntunan para ulama . Sedangkan bagi pelajar/mahasiswa, santri atau yang mempunyai waktu luang untuk bukan sekedar membaca tetapi juga mempelajari al Quran dengan cara berguru kepada ustadz atau kyai yang mumpuni ilmunya. Mempelajari al Quran dengan hanya membaca terjemahnya saja, apalagi tanpa berguru, lalu bermain logika seperti yang dilakukan Abu Marlo adalah sesuatu yang tidak patut karena berpotensi sesat dan menyesatkan.
Wallahu a’lam.



-dari berbagai sumber-




Fenomena Abu Marlo

by: Abu Husain at Thuwailibi

ABU MARLO,PESULAP THE MASTER,AKU 'MENCINTAIMU'.
-----------------------------------------------------------------
Bismillah Was-Shalatu Wa Salamu 'Ala Rasulillah Wa 'Ala Aalihi Wa Shahbihi Wa Man Walah.

Allaahumma Shalli Wa Sallim 'Ala Muhammadin Wa 'Ala Aali Muhammad...

Baru2 ini penduduk bumi di kagetkan dengan sebuah relita ganjil plus ganjal yang terjadi secara mendadak,yakni: Abu Marlo,seorang tukang "Sihir",salah satu kontestan Reality Show The Master yang mendadak jadi 'ustadz'.

Demi Allah saya kaget nggak 'ketulungan' tatkala menyaksikan Abu Marlo berceramah di salah satu acara "Islami" bertajuk 'Cahaya Hati' di salah satu stasiun Televisi Swasta. Mata pun terbelalak sejenak melihat action-nya berceramah di layar kaca dengan 'menafsirkan' ayat Al-Qur'an 'seenak udhele dhewe'.

Kaget,Ya.!. Tapi hati ini bertanya-tanya...Ada apa???
Sebab Bukan menjadi rahasia umum lagi kalau ia adalah seorang Mentalis atau Pesulap,yang bisa jadi dunia seperti dia identik dengan aktivitas bebau Sihir yang mengandung KESYIRIKAN dan KEKUFURAN.
-wal'iyadzubillah-.

Kita tentu masih ingat bagaimana aksi-aksinya dalam acara Reality Show The Master di RCTI yang sungguh "membahana". Sebuah acara yang WALLAHI Seribu kali merupakan acara Sampah yang amat-amat menjijikkan,mengotori Aqidah dan mengotori keimanan. Bau "KESYIRIKAN" dan "KEJAHILIYAHAN" pun tidak sekali dua kali tercium dalam acara itu. Belum lagi ketika ia menyulap Inul Daratista (Artis Dangdut yang pernah di cekal oleh banyak Ulama di negeri ini). Ini merupakan fenomena yang sekali lagi menjijikkan dan memuakkan.

Saudara kami,Al-Ustadz Abdul Wahid,Lc.M.Mi pun beropini bahwa,"..awas,mendadaknya Abu Marlo menjadi 'Ustadz' bukan tanpa strategi". Hanya orang2 yang di beri Bashiiroh yang dapat mecerna apa maksud dan tujuan dari fenomena ini.
-Allaahu A'lam-.

Tanpa ingin menyibak sesuatu yang tersembunyi di balik tabir,Kepada kaum Muslimin saya nasehatkan untuk ambillah Ilmu dari ahlinya,mengambil Ilmu agama bukan dari Pesulap dan orang2 bodoh.apalagi menerjemahkan satuan-satuan agama seenak hawa nafsunya. Saya sangat yakin,yakin seyakin yakinnya mi'ah bil-Mi'ah (seratus persen) kalau Abu Marlo itu ORANG JAAHIL,ORANG BODOH!! Dia tidak memiliki secuil pun perbendaharaan tentang Ilmu apalagi Dakwah. Oleh karena itu saya himbau kepada Kaum Muslimin untuk tidak melirik sama sekali gagasan2 Abu Marlo di acara Cahaya Hati ini.Masih banyak para Da'i berkredibel dan Ustadz-ustadz yang mumpuni yang layak di ambil Ilmunya.

Kebodohannya yang di tampilkan di Televisi melalui program cahaya hati di ANTV merupakan MUSIBAH'kecil' bagi Kaum Muslimin.Acara yang seharusnya mencerdaskan masyarakat,ini malah membodohi Masyarakat.tentu bukan tanpa strategi,sebagaimana yang di sampaikan Ustadz Abdul Wahid,Lc.M.Mi kepada kami tatkala mendampingi beliau mengisi sebuah acara seminar bedah buku "DI BAWAH NAUNGAN ISLAM" di Bogor.

Ironis memang! Oleh karena itu saya nasehatkan kepada Produser 'CAHAYA HATI' untuk jangan terlalu 'bikin sensasi' dengan hal-hal aneh dan nyeleneh yang dapat memancing 'agresifitas' ummat Islam.Masih banyak Da'i-da'i yang berkompeten yang lebih layak untuk di jadikan narasumber di acara ''Islami" yang anda garap. oleh karena itu,saya nasehatkan untuk saudara Produser bertaqwalah kepada Allah dan marilah bersikap cerdas untuk tidak melarutkan diri dalam keterpurukan berfikir.

Adapun untuk Saudara Abu Marlo,saya nasehatkan agar anda bertaqwa kepada Allah dan pelajarilah agama dengan benar.Tugas anda adalah belajar agama yang benar,mengamalkan islam dengan benar,yang terpenting adalah BERTAUBAT dari segala aktivitas anda yang berbau 'Hitam',bukan malah berubah wujud menjadi "Murabbi" yang seolah membimbing ummat. anda dan kita semua justru membutuhkan bimbingan,bukan malah "sok" membimbing ummat.

Bila orang bodoh membimbing ummat,berbicara masalah agama,maka yang ada adalah justru ummat akan di bimbing ke jalan yang sesat,yang berujung pada NERAKA dan KEBINASAAN.Demikianlah yang pernah di katakan oleh Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang Ruwaibidhoh,yakni REJAL BAHLUL BIN MERA'BAL YATAKALLAM FIL-AMRIL 'AMMAH,(orang tafih/bodoh dan rusak bicara tentang urusan ummat).

Sekali lagi,marilah kita bertaqwalah kepada Allah untuk tidak ikut berpartisipasi dalam membodohi masyarakat dan merusak kehormatan Dakwah hingga menguntungkan "mereka".

Hormati diri kita yang bodoh ini dengan menghormati para Ulama dan orang2 berilmu,bukan malah menghinakan diri dengan bertindak seolah Ulama.
Allahu A'lam Bis-Shawab.

MUI Terima Aduan Masyarakat Terkait Kontroversi Abu Marlo


abu marlo MUI Terima Aduan Masyarakat Terkait Kontroversi Abu Marlo
MARAKNYA kritikan umat Islam atas dakwah Abu Marlo membuat Majelis Ulama Indonesia membuka aduan bagi masyarakat. Aduan itu bisa dilayangkan dengan akun email ke MUI. Hal itu ditegaskan Wakil Sekretaris Litbang MUI, Fahmi Salim MA.



“Komisi Pengkajian dalam sepekan ke depan akan membua akun email pengaduan masyarakat terkait perkembangan pemantauan dakwah di tengah umat,” tulisnya di akun twitternya, Kamis (9/1).
Komisi Pengkajian, kata Fahmi, juga meminta MUI untuk melakukan sharing session bersama pimpinan media dan produser acara religi untuk memantau konten dakwah.



Komisi pengkajian juga meminta pimpinan MUI menetapkan standar operasional konsultasi konten dakwah TV untuk menghindari penyalahgunaan dalil dan pendangkalan agama di tengah umat.
Sebelumnya dalam sebuah tayangan di Cahaya Hati ANTV, Abu Marlo bertanya pada penonton: Mana yang lebih wajib, sholat 5 waktu atau baca al Quran? Pertanyaan ini dinilai aneh karena membanding-bandingkan amalan membaca Al-Qur’an dengan shalat fardhu yang hukumnya fardhu ‘ain. Terlebih lagi, sepanjang acara berlangsung Abu Marlo sama sekali tanpa rujukan hadits atau referensi para ulama yang diakui. [pz/Islampos]





MUI: Abu Marlo Muncul Karena Masyarakat Permisif

abu marlo MUI: Abu Marlo Muncul Karena Masyarakat Permisif
MUNCULNYA seorang pesulap dalam acara kajian keagamaan di salah satu televisi swasta mengundang kontroversi. Abu Marlo yang sempat menjadi peserta ajang pencarian pesulap berbakat ini muncul di layar kaca menyampaikan hujjah agama yang dinilai bermasalah.
Menurut Fahmi Salim, MA dari Komisi Pengkajian dan Fatwa MUI, telah banyak masukan dari masyarakat yang mengkritik konten “dakwah” Abu Marlo.



“Sudah banyak yang mengirimkan protes dan kritiknya terhadap Abu Marlo, tapi belum ada yang secara resmi mengadu ke MUI terkait hal ini,” jelas Fahmi Salim kepada Islampos lewat sambungan telepon (11/01/2014).



Fahmi menilai munculnya fenomena seperti Abu Marlo ini dikarenakan masyarakat pada umumnya permisif.



“Fenomena ini muncul karena masyarakat kita permisif (acuh tak acuh) terkait standart seorang da’i atau ustadz, padahal yang namanya seorang pengajar itu harus memiliki otoritas dalam bidangnya. Nah masyarakat yang permisif ini ditangkap sebagai kesempatan oleh media yang kemudian menampilkan seseorang yang tidak kompeten sekalipun asal bisa menarik masyarakat,” jelasnya.
Fahmi Salim meminta agar kedepan masyarakat harus lebih kritis lagi dalam menyaring konten dakwah yang ditampilkan oleh media, pun media kedepannya diminta untuk berkonsultasi dengan Ulama jika hendak menyiarkan acara berkonten dakwah. [eza/Islampos]





Ketua Pemuda Persis: “Abu Marlo Harus Punya Adab”

tiar anwar Ketua Pemuda Persis: Abu Marlo Harus Punya Adab

FENOMENA munculnya seorang pesulap yang kemudian menjadi seorang “ustadz” dan berdakwah secara kontroversial di televisi disesalkan banyak pihak.



Menurut Ketua Pemuda Persatuan Islam (Persis), Tiar Anwar Bachtiar, ketika seorang menyampaikan sesuatu sementara ia tidak memiliki otoritas, maka ia berpotensi sesat dan menyesatkan orang lain.



“Ketika seseorang yang tidak memiliki otoritas keagamaan bicara soal hujjah agama, akan berbahaya karena ia memiliki potensi sesat dan menyesatkan orang lain,” jelasnya kepada Islampos di kantor Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (Insists), Jakarta (11/1/2014).
Terkait beberapa respon yang menyatakan bahwa mungkin saja Abu Marlo berniat baik dan murni berdakwah, Tiar member pernyataan.



“Mengajarkan ilmu pada dasarnya boleh-boleh saja, tapi harus punya adab dan bisa menempatkan diri. Saya beri contoh Kang Ibing, beliau itu pelawak tapi kerap diundang untuk menyampaikan ceramah keagamaan, maka disetiap ceramahnya dia selalu menyampaikan bahwa ia hanyalah seorang pelawak yang mencoba berbagi ilmu,” ujarnya.



Tiar juga memaparkan, seandainya ada seorang pendakwah atau da’i yang belum cukup mumpuni dan belum cukup otoritas, setidaknya ia memiliki seorang guru yang otoritatif demi menjaga konten dakwah muridnya agar tidak melenceng. [eza/Islampos]







Abu Marlo, tukang sihir yang nekat menafsirkan Al-Quran...!!!

        Abu Marlo tukang sihir mendadak jadi "ustadz" berani menafsirkan ayat semaunya sendiri






JAKARTA (Arrahmah.com) – Baru-baru ini, Ummat Islam di kagetkan dengan fenomena sebuah acara yang ditayangkan di ANTV bertemakan “Cahaya Hati”. Acara tersebut dipandu seorang pesulap dan ahli hypno yang menghilang beberapa bulan lalu, dan ketika muncul kembali seakan jadi ‘ahli tafsir’ dan tampil di acara televisi untuk ber-tausiyah. Dia adalah Riza Abu Sofyan, salah satu kontestan Reality Show The Master yang mendadak jadi ustadz, dan kini menyandang nama Abu Marlo.


Acara tersebut sempat menuai kontroversi di berbagai media. Melalui broadcast yang tersebar lewat BBM ataupun WhatsApp dan berbagai situs jejaring sosial dikatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Marlo lewat program Cahaya Hati merupakan ajaran menyimpang, karena menafsirkan Al Qur’an seenaknya sendiri, tidak menggunakan hadits bahkan dikatakan dia mirip inkarussunnah.







Misalnya, dalam sebuah episode, Abu Marlo bertanya pada penonton TV: Mana yang lebih wajib, sholat 5 waktu atau baca al Quran? Pertanyaan ini tentu aneh, bagimana mungkin amalan membaca Al-Quran diperbandingkan dengan shalat fardhu yang hukumnya fardhu ‘ain. Terlebih lagi, sepanjang acara berlangsung sama sekali tanpa rujukan hadits atau ulama lain.



Lebih parah dari itu, dalam episode-episode sebelumnya dia juga pernah menafsirkan lagu jahiliyah berjudul Separuh Aku yang dinyanyikan vokalis yang pernah dipenjara 1 tahun karena skandal video porno, Ariel Noah. Olehnya lagu itu ditafsiri menggunakan ayat-ayat al Quran, misalnya bait pertama lagu ini, Dan terjadi kisah lama yang terulang kembali ditafsirkan dengan Qur’an surat Al-Anbiya 104. Wal iyadzubillah.



Menanggapi banyaknya keluhan dimasyarakat, MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat telah berencana untuk menampung pengaduan masyarakat terhadap acara-acara dakwah Islam di TV nasional.



“Untuk merespon pengaduan masyarakat terkait tayangan program dakwah Abu Marlo di ANTV, Komisi Pengkajian MUI pusat dalam sepekan ke depan akan membuka akun email pengaduan masyarakat terkait perkembangan pemantauan dakwah ditengah umat,” kata Wakil Sekretaris Litbang MUI Pusat, Fahmi Salim, MA sebagaimana dilansir gemaislam Rabu (7/1/2014).
Selain itu akan dibuat SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk konten dakwah di televisi agar isi dakwah tidak disalahgunakan.



“Meminta pimpinan MUI menetapkan SOP konsultasi konten dakwah tv untuk menghindari penyalahgunaan dalil dn pendangkalan agama ditengah umat,” ujarnya. (azm/m1/arrahmah.com)